Beberapa video viral di Facebook memperlihatkan kuning telur yang liat dan susah hancur. Keterangan yang menyertai video tersebut menyebut bahwa telur tersebut adalah telur palsu. Berbagai komentar membanjiri video-video tersebut, ada yang panik dan ada pula yang meragukan telur tersebut telur palsu.

Ahli pangan dari Universitas Sahid Jakarta, Prof Hardinsyah mengaku belum pernah menemukan 'telur palsu' di pasaran. "Di laboratorium bisa-bisa saja dibuat, secara teknologi memungkinkan. Tapi pasti biayanya mahal, sedangkan telur kan cuma Rp 2.000-an," kata Prof Hardin saat dihubungi detikHealth.
Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah telur tersebut asli atau palsu.

Tapi yang pasti, penampakan kuning telur yang susah hancur bisa ditelusuri dari video lain dengan kata kunci 'astaxanthin egg'. Video-video tersebut menunjukkan perbedaan telur biasa dengan telur yang mengandung astaxanthin. Perbedaan yang tampak dalam video-video tersebut adalah warna dan sifat kuning telurnya. Telur yang mengandung astaxanthin cenderung lebih gelap dan kuning telurnya lebih susah hancur.

Lalu apa itu astaxanthin? Dikutip dari WebbMD, astaxathin merupakan pigmen atau pewarna yang termasuk golongan senyawa karotenoid. Secara alami ditemukan pada algae dan memberi warna kemerahan pada salmon, lobster maupun udang. Warna salmon yang berbeda-beda juga dipengaruhi oleh kadar astaxanthin.

Suplemen astaxanthin dikonsumsi oleh pengidap alzheimer, parkinson dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Itu sebabnya, beberapa produk telur 'premium' dengan kandungan astaxanthin kerap diklaim lebih sehat.